Sejarah Puasa Ramadhan

Sejarah Puasa Ramadhan

0

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam yang berbasis pada perputaran bulan (lunar). Kalender lunar jatuh lebih pendek 11 haru dari kalender matahari, yang merupakan kalender internasional. Akibatnya, Ramadhan tidak dimulai pada tanggal yang sama setiap tahun.

Sejarah puasa Ramadhan dimulai ketika Nabi Muhammad saw datang ke Madinah. Sesuai dengan perintah Allah swt, yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Rasulullah menjalankan ibadah puasa selama 3 hari dalam satu bulan. Namun, mekanisme tersebut dirubah dengan melaksanakan puasa selama satu bulan penuh pada bulan Muharamm. Sejarah puasa tercatat tepatnya dimulai pada 624 Masehi atau ke 2 Hijriyah.

 

Rasulullah saw. telah bersabda:

شعبان ثلاثين (و في رواية مسلم : فاقدروا ثلاثين)

Artinya:

Berpuasalah kamu karena melihat bulan (Ramadan) dan berbukalah kamu karena melihat bulan (Syawal). Apabila tertutup bagi kamu (dalam satu riwayat mengatakan: Apabila tertutup bagi kamu disebabkan cuaca yang buruk), maka sempurnakanlah bulan Syakban tiga puluh hari (dan dalam satu riwayat Muslim “takdirkanlah” atau hitunglah bulan Syakban tiga puluh hari). (HR Bukhari dan Muslim)

Dapat disimpulkan bahwa, puasa Ramadhan wajib dilaksanakan ketika datangnya hilal, setelah berakhirnya 30 hari bulan Sya’ban. Rasulullah selalu berpuasa selama 29 hari ketika bulan Ramadhan, kecuali Ramadhan genap 30 hari. Atau selama satu bulan penuh pada Ramadhan, umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa.

Sejarah 300x225 Sejarah Puasa Ramadhan

Pengertian Puasa Ramadhan

Secara sederhana, puasa dapat diartikan menahan. Dalam bahasa Arab ”Shaum” yang berarti ”menahan makan dan minum” serta segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti bersenggama, muntah yang disengaja dan sebagainya, dari mulai terbitnya fajar hingga matahari terbenam.

Allah swt berfirman,” …dan makan munumlah hingga terang bagimu benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempunakanlah puasa itu sampai (datang) malam…”(QS. Al-Baqarah: 187)

Jelas bahwa puasa dimulai ketika datangnya fajar dan diakhiri ketika terbenamnya matahari. Puasa tidak hanya berlapar-lapar dan haus saja, tetapi menahan dari segala sesuatu yang dapat merusak pahala puasa.

Ramadhan penuh hikmah, seperti yang diuraikan para ulama, misalnya meningkatkan taqwa kepada Allah swt dan mempertinggi budi pekerti, meningkatkan kesadaran dan kasih sayang terhadap orang yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan lemah, melatih jiwa serta kesehatan jasmani.

Suka Kue Lainnya?

  1. Tips Puasa Ramadhan
  2. Hakekat Puasa Ramadhan
  3. Doa Niat Puasa Ramadhan
  4. Ibadah Puasa Ramadhan
  5. Khutbah Puasa Ramadhan
Detail : Artikel

Comments are closed.