Rukun Puasa

Rukun Puasa

0

rkn Rukun PuasaPengertian rukun dalam ibadah adalah syarat yang harus dipenuhi agar sesuatu yang dikerjakan, diyakini sah hukumnya. Seperti misalnya rukun puasa, rukun haji, rukun Islam dan lain sebagainya. Suatu ibadah akan dikatakan sah apabila sudah memenuhi rukun ibadah itu sendiri.

 

 

Syarat dan Rukun Puasa

Ada beberapa hal penting yang harus dipenuhi dalam rukun puasa yakni orang yang berpuasa, niat dan menahan dari dari segala hal atau perkara yang dapat membatalkan puasa

1. Niat

Niat membedakan ibadah puasa dengan suatu hal yang lain, bisa saja orang yang berpuasa dengan tujuan diet untuk membuat badan lebih kecil. Niat puasa harus ditujukan kepada Allah swt.

2. Menahan Diri

Menahan diri untuk minum, makan, berbuat jahat, berbohong, nafsu dan segala sesuatunya yang bisa membatalkan puasa. Untuk lebih jelasnya dapat di baca pada artikel “hal-hal yang membatalkan puasa”.

Jika rukun puasa sudah terpenuhi, maka ada syarat wajib puasa, antara lain :

1. Beragama Islam

Puasa Ramadhan diperintahkan Allah swt kepada manusia yang beriman agar mereka bertaqwa.

2. Berakal

Sangat jelas bahwa, orang yang menjalankan puasa harus menyadari betul akan puasanya artinya tidak terganggu jiwanya (sadar apa yang dilakukannya)

3. Dewasa atau Baligh

Puasa diwajibkan bagi orang yang sudah baligh. Ukuran baligh bagi wanita jika mereka sudah datang bulan sedangkan bagi pria jika mereka sudah mengalami mimpi basah.

4. Fiqih Puasa

Fiqih puasa artinya memahami puasa itu sendiri, tata cara puasa, waktunya puasa dan sebagainya.

Sedangkan orang yang menunaikan puasa harus dalam keadaan sehat. Sehat dalam artian jasmani dan rohani orang yang menjalankan puasa tidak terganggu, baik akal kejiwaannya maupun badannya tidak dalam keadaan sakit yang bisa membahayakan nyawa atau jiwanya. Selain itu, orang yang menjalankan puasa adalah orang yang tidak dalam keadaan bepergian jauh atau safar.

Ada beberapa pendapat yang berbeda tentang hal ini. Namun secara global, orang yang bepergian jauh diartikan sebagai orang yang dalam keadaan sulit. Menurut fatwa MUI, misalnya seorang pilot yang bepergian terus menerus, maka mereka boleh meninggalkan puasa dikarenakan pekerjaan mereka membutuhkan konsentrasi tinggi, dikhawatirkan jika mereka berpuasa konsentrasi akan menurun, yang dapat mengancam keselamatan jiwanya maupun penumpangnya. Tetapi bagi mereka wajib mengganti di hari lain sesuai dengan yang ditinggalkan dan membayar fidyah.

Suka Kue Lainnya?

  1. Tata Cara Puasa Ramadhan
  2. Fiqih Puasa Ramadhan
  3. Yang Membatalkan Puasa
  4. Doa Niat Puasa Ramadhan
  5. Doa Puasa Ramadhan
Detail : Artikel

Comments are closed.