Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan

0

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam. Dibulan Ramadhan yang barakah ini, umat Islam di seluruh dunia menjauhkan diri dari makanan, minuman, dan kebutuhan fisik lainnya selama siang hari. Berpuasa lebih dari sekedar tidak makan dan minum. Ramadhan adalah bulan untuk memurnikan jiwa, memfokuskan perhatian kembali kepada sang Maha Pencipta, dan praktek pengorbanan diri.

Muslim diminta untuk menggunakan bulan ini untuk mengevaluasi kembali kehidupan mereka dalam terang tuntunan Islam. Kita harus berdamai dengan mereka yang bersalah pada kita, memperkuat hubungan dengan keluarga dan teman, menyingkirkan kebiasaan buruk yang pada dasarnya untuk membersihkan hidup kita, pikiran, dan perasaan kita. Puasa atau shaum secara harfiah berarti “menahan diri” dan itu berarti tidak hanya menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi dari perbuatan jahat, pikiran, dan kata-kata.

ramadan Puasa Ramadhan

Tentang Puasa Ramadhan

Selama Ramadhan, setiap bagian tubuh harus dikendalikan. Lidah harus tertahan dari fitnah dan gosip. Mata harus menahan diri dari melihat hal-hal yang melanggar atau membatalkan puasa. Tangan tidak boleh menyentuh atau mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Telinga harus menahan diri dari hanya mendengarkan omong kosong atau kata-kata cabul. Kaki harus menahan diri dari pergi ke tempat yang berdosa. Sedemikian rupa, setiap bagian tubuh menjalani puasa.

Oleh karena itu, puasa bukan hanya fisik, tetapi lebih kepada komitmen total dari tubuh seseorang dan jiwa dengan semangat puasa. Ramadan adalah waktu untuk berlatih menahan diri, waktu untuk membersihkan tubuh dan jiwa dari kotoran dan kembali fokus pada diri sendiri menyembah Allah SWT.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan dimana pintu Jannah (surga) telah dibuka dan pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, dan malaikat menyeru untuk menasehati dan memberikan kabar gembira bagi mereka yang berbuat baik dan mampu menahan diri.

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa antara lain, dengan sengaja makan dan atau minum pada siang hari, membuat muntah, terbesit niat untuk berbuka, bersetubuh pada siang hari, dan datang bulan.

Adapun hal makruh yang dilakukan saat berpuasa diantaranya, menyirami kepala dengan air dengan alasan haus atau menyelam dalam air, berbekam, disuntik, mencicipi makanan, memasukan air ke hidung dan lain sebagainya.

Ketika sudah waktu berbuka, segerakanlah membatalkan puasa, meski hanya dengan meminum air dan makanan ringan. Kemudian beranjaklah untuk melaksanakan shalat Maghrib. Berbeda halnya ketika kita sedang makan sahur, lambatkanlah makan sahur hingga menjelang waktu subuh. Imsak hanya sebagai peringatan kita bahwa waktu sahur akan segera berakhir.

Selama bulan Ramadhan, dianjurkan bagi kita lebih banyak bersedekah, namun utamakanlah kerabat dekat, teman, tetangga dan lingkungan sekitar. Perbanyak shalat malam dan jalin tali silaturahmi atau ukhuwah dengan sesama muslim.

Ada malam yang sangat istimewa diantara 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan yakni malam Lailatul Qadar (malam turunnya Al-Qur’an) atau malam seribu bulan. Perbanyaklah shalat malam dan beritikad di masjid pada malam-malam sepuluh hari terakhir terutama pada malam-malam ganjil.

Semoga Allah menerima puasa kita, mengampuni dosa kita, dan membimbing kita semua ke jalan yang lurus. Semoga Allah memberkati kita semua selama bulan Ramadhan, dan sepanjang tahun, dengan pengampunan-Nya, rahmat dan damai sejahtera, dan membawa kita semua lebih dekat kepada-Nya dan satu sama lain.

Suka Kue Lainnya?

  1. Persiapan Puasa Ramadhan
  2. Niat Puasa Bulan Ramadhan
  3. Ibadah Puasa Ramadhan
  4. Fiqih Puasa Ramadhan
  5. Tujuan Puasa Ramadhan
Detail :
Puasa Ramadhan Reviewed by KueKering Lebaran on Jul 4 Rating: 5.0
Artikel

Comments are closed.