Ibadah Puasa Ramadhan

Ibadah Puasa Ramadhan

0

“Bulan Ramadhan dimana diturunkannya Al-Qur’an adalah pedoman bagi umat manusia dan bukti yang jelas sebagai bimbingan dan kriteria (antara benar dan salah) Jadi siapa pun dari kamu yang melihat bulan sabit pada malam pertama bulan Ramadhan, dia harus cepat melakasanakan puasa di bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, dan meninggalkan puasa maka harus di ganti pada hari yang lain dengan jumlah yang sama. Allah memberikan kemudahan dan Dia tidak ingin membuat hal sulit bagi kamu.,,,,,”.

Ayat yang dikutip di atas terdapat dalam bab kedua dalam Al-Qur’an yang merupakan bagian dari ayat-ayat yang meninggikan pentingnya bulan Ramadhan. Hal ini juga harus dicatat bahwa puasa wajib, yang dilakukan di bulan Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam, yang harus ditaati oleh semua umat Islam.

 Ibadah Puasa Ramadhan

Ibadah Puasa

Pada dasarnya, bulan Ramadhan harus dilihat sebagai periode pelatihan di mana umat Islam mempelajari semangat pengorbanan dan menahan diri dari perbuatan angkara murka. Umat ​Islam diharapkan untuk menjauh dari makan, minum dan hubungan seksual dari fajar hingga matahari terbenam, setidaknya selama puluh sembilan atau tiga puluh hari periode puasa. Pelajaran ini adalah salah satu yang terbesar yang dapat dipelajari, karena membantu umat Islam untuk memahami penderitaan agar kita senantiasa bersyukur dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Ibadah puasa Ramadhan dapat memberikan ketenangan jiwa dan ketajaman bathin jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Rasakanlah kesusahan dalam menjalankan puasa, konsumsilah makanan yang sederhana agar kita dapat merasakan apa yang dirasakan kaum dhuafa, dimana mereka merasakan berpuasa setiap hari, sangat sulit kehidupan mereka. Tetapi kadangkala kita selayaknya berpesta ketika waktu berbuka tiba, sungguh yang demikian itu tidak mengerti hakikat puasa. Berlatih merasakan kesengsaran dimaksudkan agar kita semakin bersyukur atas nikmat-Nya, dan memperbanyak sedekah.

Sesungguhnya sedekah benar-benar memadamkan kemurkaan Tuhan dan menjadi penghalang mati dalam keadaan jahat. Dalam suatu riwayat lain: “Sesungguhnya Allah menolak tujuh puluh pintu dari kematian yang buruk dengan sedekah”. Disebutkan dalam sebuah hadist:

“Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya sampai saat diputuskan semua urusan manusia (kiamat).”

Sedekah tidak akan mengurangi harta benda barang sedikit pun. Allah tidak akan menambah sesuatupun kepada seorang hamba yang memberikan pengampunan kecuali Ia akan menganugerahkan kemuliaan kepadanya. Seseorang yang merendahkan diri di hadapan Allah tidak akan mendapatkan apapun, melainkan keagungan dan Allah Aza Wa Jalla lah yang mengangkat derajatnya.

Suka Kue Lainnya?

  1. Khutbah Puasa Ramadhan
  2. Ayat Tentang Puasa Ramadhan
  3. Sejarah Puasa Ramadhan
  4. Hakekat Puasa Ramadhan
  5. Niat Puasa Bulan Ramadhan
Detail : Artikel

Comments are closed.