Hukum Puasa Ramadhan

Hukum Puasa Ramadhan

0

Puasa Ramadan adalah wajib hukumnya bagi umat muslim. Wajib dikerjakan berarti bahwa akan mendapatkan pahala dan jika meninggalkan akan mendapatkan dosa. Dasar hukum puasa Ramadhan tersurat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183:

Al Baqarah 183 300x53 Hukum Puasa Ramadhan

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu kutiba ‘alaykumu alshshiyaamu kamaa kutiba ‘alaa alladziina min qablikum la’allakum tattaquuna

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”

Ayat tersebut secara umum mewajibkan orang-orang yang beriman untuk berpuasa, sebagaimana yang dilakukan oleh hamba Allah sebelum umat Muhammad saw. Berpuasa sebagai langkah untuk menjauhkan dan membatasi gerak langkah setan dari di manusia, dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt.

 

Diwajibkannya puasa Ramadhan disabdakan oleh Nabi Muhammad saw:

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang Arab Badui menghadap Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu berkata: Sungguh aku telah melihat bulan sabit (tanggal satu). Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bertanya: “Apakah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah?” Ia berkata: Ya. Beliau bertanya: “Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.” Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Umumkanlah pada orang-orang wahai Bilal, agar besok mereka berpuasa.” Riwayat Imam Lima. Hadits Puasa shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, sesang Nasa’i menilainya mursal.

 

Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan

Meskipun hukum puasa Ramadhan adalah wajib, Allah swt, memberikan keringan bagi mereka yang tidak mampu menjalankannya karena keadaan tertentu seperti sakit, musafir tetap, atau halangan lain yang mengharuskan tidak berpuasa, misalnya datang bulan bagi kaum perempuan dan wanita menyusui. Namun, diwajibkan bagi mereka mengganti puasa dengan membayar fidyah, yang diberikan kepada fakir miskin.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah 184:

(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu), memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Demikian dengan hadist Rasulullah, Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu berkata:

Ada seorang laki-laki menghadap Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku telah celaka. Beliau bertanya: “Apa yang mencelakakanmu?” Ia menjawab: Aku telah mencampuri istriku pada saat bulan Ramadhan. Beliau bertanya: “Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memerdekakan budak?” ia menjawab: Tidak. Beliau bertanya: “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Ia menjawab: Tidak. Lalu ia duduk, kemudian Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberinya sekeranjang kurma seraya bersabda: “Bersedekahlan denan ini.” Ia berkata: “Apakah kepada orang yang lebih fakir daripada kami? Padahal antara dua batu hitam di Madinah tidak ada sebuah keluarga pun yang lebih memerlukannya daripada kami. Maka tertawalah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sampai terlihat gigi siungnya, kemudian bersabda: “Pergilah dan berilah makan keluargamu dengan kurma itu.” Riwayat Imam Tujuh dan lafadznya menurut riwayat Muslim.

Intinya adalah, kewajiban utama puasa harus dikerjakan, kecuali ada halangan tertentu yang memaksanya tidak dapat berpuasa, tetapi karena alasan itu mereka harus membayar fidyah untuk mengganti puasa, dan atau mereka dapat mengganti puasa dengan berpuasa di hari lain (qadha), yang dapat dilakukan pada hari ke 3 di bulan Syawal.

Suka Kue Lainnya?

  1. Hadist Puasa Ramadhan
  2. Puasa Ramadhan dan Hikmahnya
  3. Ayat Tentang Puasa Ramadhan
  4. Khutbah Puasa Ramadhan
  5. Pahala Puasa Ramadhan
Detail : Artikel

Comments are closed.